Berita terbaru Alasan Kemenkes Tetapkan KLB Campak di Indonesia

TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak di Indonesia dilaporkan dari 31 provinsi di Indonesia hingga Desember 2022. Pasien yang dilaporkan hampir dari semua umur.

Disarikan dari Antara, kasus KLB campak yang dilaporkan dari daerah kepada Kemenkes berjumlah 3.341 kasus di 223 kabupaten/kota.

Penyakit campak sendiri disebabkan karena virus rubella yang dapat ditularkan melalui batuk dan bersin dari satu penderita ke orang lain.

Baca juga: Kemenkes Umumkan KLB Campak

https://nasional.pace.co/amp/1681775/kemenkes-umumkan-klb-campak-di-31-provinsi-kenali-gejalanya

Dikutip dari thesis Ansor Alimuddin, Mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia, penyakit campak dapat dikategorikan sebagai KLB lantaran dapat menimbulkan wabah. KLB seringkali diikuti dengan kejadian yang sangat cepat, banyaknya jumlah orang terserang dan luas wilayah yang terserang bisa sangat luas. 

Berdasarkan ketetapan dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2008, jika minimum 2 spesimen (+) IgM campak berarti sudah terjadi KLB campak di daerah tersebut. 

Penetapan KLB ini juga berdasarkan pada pengertian KLB campak dari WHO yaitu adanya 5 atau lebih kasus klinis dalam waktu 4 minggu berturut-turut yang terjadi mengelompok dan dibuktikan adanya hubungan epidemiologi.

Selain itu, cakupan kasus yang tinggi dapat disebut KLB sesuai dengan indikator yang dikeluarkan Permenkes 1501 tahun 2010 bahwa KLB dapat ditetapkan jika timbulnya suatu penyakit menular tertentu yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal pada suatu daerah.

ANNISA FIRDAUSI 

Baca juga: Kasus Campak Tahun 2022 Naik 32 Kali Lipat Kemenkes Ungkap Penyebabnya

Ikuti berita terkini dari Pace di Google Information, klik di sini.




Sumber Tempo

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts